Minggu, 26 Oktober 2014

Jadilah Penengah Wahai Ustadzku

Keseharian ditengah anak Santri yang kecil-kecil terlihat keluguan mereka, kesenangan, kegirangan, kesedihan, kemarahan, dan senyum-senyum yang tergambar dari muka mereka yang tidak dibuat-buat sedikitpun, itu semua dari hati mereka yang masih polos.
itulah gambaran setiap hari di TPA Asy-Syauqy yang mengharapkan tidak ada kejenuhan dari santri sendiri dan Ustdaznya.
Perilaku mereka yang berbeda setiap anak membuat kita harus sekreatif mungkin dan berusaha untuk tidak condong kesalah satu anak saja yang membuat mereka bisa cemburu.
misalnya ketika anak lagi bentrok dengan temannya, hal ini kita tidak langsung menvonis salah satu anak sebagai yang bersalah tapi jadilah penengah (hakim) diantara mereka yang bertikai tersebut. Dan sebagai ustadz, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Bersikaplah tenang, karena kalau kita emosi maka penyelesaiannya pasti salah satu anak akan terdzolimi.
2. Senyum tetap diperlihatkan pada mereka
3. Memperlihatkan Pandangan kasih sayang
4. tidak menunjuk kepada anak melainkan memegang pundak mereka jika dinasehati
5. menanyakan masalah pada tiap anak
6. tampilkan tiga atau lebih saksi dari teman-temannya yang menyaksikan kejadian
7. penyelesaian dengan bijak dan kreatif dari ustadznya
8. Usahakan mereka bersalaman
9. Insya Allah mereka pasti berteman lagi bahkan akrab sekali
10. namanya juga nak aanak
11. tetap berdoa untuk kebaikan mereka jika besar nanti , wallahu a'lam

Mudahnya Menulis Ayat Al-Qur'an

Anak-anak yang mendaftarkan ke TPA Asy-Syauqy banyak umur 5 tahun sampai 7 tahun, maklumlah karena papan nama tertulis membaca Al-Qur'an untuk anak-anak jadi kami mau tidak mau harus terima mereka.
Kami mengajarkan cara menulis huruf Al-Qur'an dan membiasakan tiap pertemuan menulis terlebih dahulu baru mengaji. maksud tujuan ini agar santri tidak main melainkan disibukkan dengan tulisan yang disuruhkan oleh ustadznya.
Tapi setelah diperhatikan perkembangan anak tiap hari, tulisan mereka begitu mengalami perubahan besar hingga menjadi indah. Ustadnya pun harus memberikan apresiasi dengan memberikan penilaian yang membuat mereka lebih termotifasi untuk lebih mempercantik tulisannya bahkan ustadznya sampai memberikan  hadiah untuk nilai tertinggi selama sebulan.
Jadi menulis ayat Al-Qur'an tidak sulit sehingga kembali ke perkataan bijak "ala bisa karna biasa"
Selamat menulis wahai anak-anakku moga Allah senantiasa memberikan Rahmat-Nya pada kalian semua. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh